Description
Pre Order: Kami Disambut Dengan Perang – Papua Prof
“Perang…!” teriakku, refleks dari pikiran yang terkejut. Tak terlalu keras, tapi Okta dan Mia mendengarnya dengan jelas. Mereka segera bangkit dan berdiri tak jauh dariku. Ya, perang telah pecah, yang berarti ada dua kubu yang berlawanan.Namun apa penyebabnya masih belum jelas, begitu pula siapa melawan siapa.
“Antar suku?” pikirku. Kepalaku dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tak mungkin terjawab saat ini.
***
Buku ini merupakan bagian dari catatan harian penulis sebagai petugas dari Kementerian Sosial Pusat Republik Indonesia sebagai salah seorang anggota Satuan Bakti Pekerja Sosial Komunitas Adat Terpencil (SAKTI PEKSOS KAT) masa bakti tahun 2013 sampai dengan 2016.
Satu dekade kemudian buku ini berhasil diterbitkan. Maka sangatlah mungkin pada saat ini sudah banyak terjadi perubahan. Akan tetapi apa yang tertera dalam buku ini merupakan sebuat potret atau fakta sosial bahwa fenomena itu betul betul kongret adanya pada masa itu.
Buku ini sekali lagi ditegaskan merupakan suatu catatan peristiwa pada suatu daerah tertentu dan pada kurun waktu tertentu. Harapannya bisa menjadi catatan yang menginspirasi yang dapat menorehkan karya yang lebih besar pada generasi selanjutnya.
Penerbit Rumah Karya







